• Dzikir Pagi Dan Petang

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

  • Dzikir Mejelang Tidur

    Siapa yang membaca ayat Kursi saat hendak tidur, maka sesungguhnya dia selalu berada dalam perlindungan Allah dan tidak didekati setan hingga pagi hari.

  • Bacaan Setelah Bangun Tidur

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

  • Dzikir Setelah Shalat Fardlu

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

  • Bacaan Shalat Tahajud

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

Tampilkan postingan dengan label Agenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agenda. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2018

Pondok Pesantren Al-mubarok Lanbulan Gelar Haflah Ke-49

Haflah Akhirussanah merupakan agenda tahunan yang selalu digelar oleh setiap Pondok Pesantren di seluruh nusantara. Dimana berbagai macam kegiatan pun selalu di digelar guna menyambut dan memeriahkan perhelatan agung tahunan tersebut. Mulai Dari berbagai macam lomba, bakti sosial, hingga pertunjukan hiburan. 

Dikalangan pesantren nusantara, Haflah atau Haflatul-ikhtibar umumnya digelar tiap menjelang datangnya bulan suci ramadhan yakni antara bulan rojab dan bulan sya'ban (Tutup tahun ajaran baru). Tiap pesantren memiliki tradisi yang berbeda dalam merayakan akhir sebuah tahun pelajaran tersebut. Mulai dari pengajian, pagelaran seni budaya, dan kegiatan sosial lainnya.

Hari Ini rabu (16 sya'ban 1439 H). Bertepatan dengan Tgl (2 Mei 2018 M). Pondok Pesantren Al-mubarok lanbulan desa baturasang kecamata Tambelangan kabupaten sampang madura jawa timur, kembali menggelar acara haflah akhirrusanah sekaligus peringatan ulang tahunnya yang ke-49 tahun. 

Haflah akhirussanah digelar sebagai salah satu wujud rasa syukur para santri, setelah setahun lamanya dengan penuh keihklasan dan ketekunan dalam mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di Pondok pesantren Al-mubarok lanbulan.

Hadir sebagai muballigh untuk memberikan tausiyah pada acara hari ini, Al-habib Sholeh Bin Muhammad Al-jufri, dari solo jawa tengah. Dan di meriahkan oleh masyarakat sekitar pesantren, serta di hadiri oleh para alumni dan simpatisan yang datang dari berbagai wilayah, khususnya surabaya dan madura.
Share:

Sabtu, 04 Juli 2015

Peristiwa-peristiwa Bersejarah Di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan seperti yang kita ketahui merupakan bulan yang istimewa untuk umat Islam. Yang pertama dan terutama adalah karena di bulan inilah Al Quran pertama kali diturunkan, dan selanjutnya kitab ini menjadi pedoman hidup umat Islam sampai akhir zaman.

Share:

Kamis, 02 Juli 2015

Kh. Maimun Zubair: Tentang Cinta Yang Langgeng

Jika Willy Surendra, menulis dalam puisinya "Dalam kalbu yang murni, usia cinta lebih panjang dari usia percintaan" maka, Mbah Mun memberikan penjelasan dari sudut pandang yang lain tentang kelanggengan cinta.

Share:

Selasa, 28 April 2015

Pemuda Idaman Akhir zaman

Masa muda katanya adalah masa yang penuh warna, masa-masa yang setiap orang tua pasti ingin memutar lagi memorinya. Tapi, masa itu sangatlah labil, Pikiran pun belum bisa terfokus pada satu titik, hanya mengikuti alur hasrat dan keinginan yang ada di dalam hati sehingga masa itu akan membuat orang yang mengalaminya seperti terombang-ambing di atas derumnya ombak laut.

Share:

Selasa, 03 Maret 2015

Empat golongan (laki-laki) Akan ditarik ke neraka oleh wanita

Di akhirat nanti ada empat golongan laki-laki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu.

1.AYAH: Jika seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajarkan shalat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dangan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya. Duhai lelaki yang bergelar Ayah, bagaimanakah keadaan anak perempuanmu sekarang? Apakah kau mengajar shalat dan shaum (puasa) padanya? Menutup aurat? Pengetahuan agama? Jika tidak terpenuhi, maka bersedialah untuk menjadi bagian dari Neraka.

2.SUAMI: Apabila suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas. Membiarkan istri berhias diri untuk lelaki yang bukan mahramnya. Jika suami mendiam istri yang seperti itu walaupun suami adalah orang yang alim, suami adalah shalatnya yang tidak pernah bolong, suami adalah yang shaumnya tidak pernah lalai. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam Neraka. Duhai lelaki yang bergelar Suami, bagaimanakah keadaan istri tercinta sekarang? Dimanakah dia? Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau jaga mengikuti ketetapan Islam, maka terimalah keniscayaan yang kau akan sehidup semati bersamanya hingga Neraka.

3.SAUDARA LAKI-LAKI: Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga kehormatan wanita jatuh pada saudara lelakinya (kakak, paman). Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik atau keponakannya dibiarkan dari ajaran Islam, maka tunggulah tarikan mereka di akhirat kelak. Duhai lelaki yang mempunyai saudara perempuan, jangan hanya menjaga amalmu dan melupakan amanah yang lain. Karena kau juga akan pertanggungjawabkan diakhirat kelak.

4.ANAK LAKI-LAKI: Apabila seorang anak laki-laki tidak menasehati Ibunya perihal kelakuan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Bila ibu membuat kemungkaran, mengumpat, memfitnah, mengunjing, maka anak itu akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dan bersama menemani ibunya di Neraka. Wallahu A'lam..

Share:

Sabtu, 28 Februari 2015

8 Kiat praktis bahagiakan suami

Menjalin keluarga yang harmonis adalah impian setiap pasangan suami istri. Hal ini bisa dicapai jika masing-masing merasa bahagia dan tentram bersama pasangannya. Kali ini kita akan membahas hal-hal sederhana yang bisa membuat suami merasa bahagia.

1. BERIKAN SAMBUTAN YANG MANIS: Sekembalinya suami dari bekerja, dinas luar kota, bepergian, atau kemana pun dia pergi, sambutlah dia dengan baik. Temui dia dengan wajah riang gembira. Bersolek dan pakailah wewangian. Kabarilah dia dengan kabar-kabar baik yang menggembirakan. Tahan diri Anda untuk menyampaikan berita-berita buruk, setidaknya sampai dia telah beristirahat dengan cukup. Berusaha keraslah untuk menyajikan makanan-makanan bermutu, dan sajikanlah selalu tepat waktu.

2. Merasa puas dengan apa yang telah Allah berikan melalui suami: Anda jangan pernah merasa depresi hanya karena suami Anda miskin atau memiliki pekerjaan dan karir yang biasa-biasa saja. Selama Anda dan suami dekat Allah Sang Pemberi rezeki, maka Dia pun akan menggelontorkan rezeki dan karunianya. Anda mesti melihat orang-orang sekeliling yang miskin, sakit, cacat, dan lainnya. Lantas bandingkan dengan semua yang telah Allah karuniai kepada Anda dan keluarga. Menjalin keluarga yang harmonis adalah impian setiap pasangan suami istri. Hal ini bisa dicapai jika masing-masing merasa bahagia dan tentram bersama pasangannya. Kali ini kita akan membahas hal-hal sederhana yang bisa membuat suami merasa bahagia. Ingatlah selalu bahwa kekayaan sejati terletak pada tingginya keimanan dan keshalihan. Dua hal itu merupakan investasi terbaik untuk menjalani kehidupan yang kekal kelak.

3. Bersyukur dan memberikan apresiasi: Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, mayoritas penghuni neraka adalah wanita, dikarenakan mereka tidak bersyukur. Hasil dari rasa bersyukur adalah suami Anda akan lebih mencintai Anda, dan dia akan berupaya keras untuk membahagiakan Anda dengan beragam cara. Sementara dampak dari tidak bersyukur adalah suami Anda akan kecewa, lantas mulai bertanya, “Mengapa saya harus berbuat baik kepada istri saya, sementara dia tidak pernah bersyukur dan hormat?!”

4. Menjaga diri ketika suami tidak ada: Jagalah diri Anda dari segala hubungan yang diharamkan. Jaga setiap rahasia-rahasia keluarga, terutama yang berkenaan dengan hubungan suami-istri. Menjaga rumah dan merawat anak-anak. Menjaga uang dan segala harta bendanya. Jangan sekali-kali keluar rumah tanpa izin suami, dan tanpa mengenakan hijab (jilbab) yang rapih. Tolak kehadiran orang-orang yang tidak disenangi suami, jangan biarkan mereka masuk ke dalam rumah ketika suami tidak ada. Jangan biarkan laki-laki non-mahran berduaan dengan Anda di mana pun.

5. Tunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman-temannya: Anda harus menyambut dan bersikap baik kerabat dan teman-teman suami Anda, terutama kedua orangtuanya. Sebisa mungkin Anda harus menghindari masalah dengan para kerabatnya. Anda harus menghindari memojokkan suami Anda ke posisi di mana dia harus memilih antara ibu dan istrinya secara dilematis. Tunjukkan keramahtamahan Anda kepada tamu-tamunya, dengan cara menyiapkan tempat yang menyenangkan kepada mereka untuk duduk, menyajikan makanan yang paling baik, menyambut istri-istri mereka, dan lain sebagainya. Dorong suami Anda agar secara rutin bersilaturahim ke kerabat keluarganya, dan agar mereka mengunjungi rumah Anda. Telponlah orangtua suami Anda, kakak-kakak dan adik-adiknya; kirimi mereka surat, beri mereka hadiah, bantu mereka ketika terkena musibah, dan lainnya.

6. Merawat rumah dengan baik: Upayakan agar rumah selalu bersih dan tertata dengan baik. Ubahlah tata letak barang-barang di rumah Anda dari waktu ke waktu untuk menghindari kebosanan. Pelajari semua skill pemeliharaan rumah. Pelajari bagaimana merawat anak-anak secara baik berdasarkan ajaran Islam.

7. Percantiklah dirimu dan rendahkan suaramu: Usahakan agar Anda selalu tampil cantik dan merendahkan suara di hadapannya. Lakukanlah hal itu hanya untuk suami Anda, dan jangan menampakkan kecantikan Anda di hadapan laki-laki yang bukan mahram (laki-laki yang layak untuk engkau nikahi jika engkau belum menikah).

8. Senantiasa tampil mewangi: dan selalu cantik Rawatlah dengan baik tubuh dan kebugaran jasmani Anda. Kenakanlah pakaian-pakaian yang menarik dan pakailah parfum yang aromanya disukai suami Anda. Mandilah secara teratur. Apabila telah bersih dari haid, bersihkanlah setiap berkas darah atau bau tak sedap. Gunakanlah jenis parfum, warna-warna, dan pakaian yang disenangi suami Anda. Ubahlah gaya rambut, parfum, dan lainnya dari waktu ke waktu untuk menghindari kejenuhan. Bagaimanapun, semua hal di atas harus dilakukan dengan tidak berlebih-lebihan, dan tentu saja, jangan melakukannya di hadapan laki-laki dan wanita yang bukan mahram.

Dicopast dari situs: Voice of Al-islam

Share:

Rabu, 31 Desember 2014

Kematian pengintai abadi

Bahasan kematian tak begitu sering menjadi topik penting dalam keseharian kita. Bahkan ada beberapa orang yang sengaja menghindari tema ini dalam pembicaraan. Mereka beralasan bahwa hidup ini terlalu indah untuk sekadar membicarakan kematian yang menurutnya menakutkan. Dia akan beranjak pergi bila ada yang berusaha membicarakan tema tentang ajal.

Cita-cita, mimpi, dan harapan adalah sesuatu yang belum pasti di masa depan. Satu yang pasti di masa depan, mau tidak mau, siap tidak siap, akan menghampiri kita adalah kematian. Bisa jadi ia jauh yaitu menunggu manusia tua. Bisa jadi juga ia dekat yaitu setahun ke depan, sebulan, seminggu, esok atau bahkan menit dan detik berikutnya nafas kita terhenti.

Betapa banyak orang yang tidak sakit, tiba-tiba meninggal. Dalam perjalanan ke sekolah, ia terantuk batu, bisa meninggal. Ketika tidur kemudian tak bangun lagi, usai salat subuh, saat tilawah, di tengah makan dan tersedak, turun dari angkot, dan berbagai peristiwa yang terlihat sepele, saya tahu sendiri orang-orang yang meninggal dalam kondisi di atas. Itu adalah kondisi meninggal yang husnul khatimah, mati dalam keadaan baik Insya Allah.

Ada juga orang-orang yang ajal menjemput saat ia asik teler karena minuman keras, narkoba, berzina, korupsi, menipu dan berbagai aktivitas buruk lainnya. Naudzubillah, mereka ini mati dalam keadaan su’ul khatimah atau mati dalam keadaan buruk. Semoga Allah menjauhkan kita dari kondisi seperti ini, amin.

Ternyata, bukan hanya sakit dan usia tua saja yang menghantarkan manusia pada kematian. Jangan sombong bahwa dengan uang banyak atau kesaktian tingkat tinggi manusia bisa kebal ajal. Belum pernah ada ceritanya ada orang berhasil menghindari kematian. Sembunyi ke lubang biawak atau tembok setebal apapun, malaikat Izrail selalu punya cara untuk menjemput nyawa yang sudah waktunya pulang.

Pilihannya sekarang bukan kapan waktu mati seseorang, tapi dalam kondisi seperti apa kita memilih akhir kehidupan ini. Amal yang kita rajut ketika nyawa masih dikandung badan, itu akan menentukan bagaimana kita memprediksi akhir hayat ini. Karena malaikat Izrail datang tak mengetuk pintu, maka kita tak akan pernah tahu kapan ia datang. Seyogyanya kita memilih aktivitas yang akan mendekatkan kita pada akhir yang baik daripada yang buruk. Bila ini sudah maksimal kita lakukan, maka jangankan sekadar membicarakan kematian, datangnya kematian itu sendiri bukan menjadi sesuatu yang menakutkan lagi. Karena siap tidak siap, suka tidak suka, ajal adalah pengintai yang tak kenal usia. Wallahu alam.

Oleh: (riafariana/voa-islam.com)

Share:

Selasa, 30 Desember 2014

Beginilah seharusnya wanita

BEGINILAH SEHARUSNYA WANITA

Inilah figur wanita-wanita istiewa yang diabadian oleh sejarah, dengan segudang prestasi, prestasi, dan prestasi. Hal itu bukan karena mereka mampu berkompetisi dengan kaum Adam di bidang yang sama, tapi karena mereka bijak memerankan tugas mereka di bidang yang ditekuni, dengan tanpa mengorbankan kodrat kewanitaannya.

Khadijah, Istri Tercinta: Parasnya cantik, hartanya melimpah, bernasab mulia pula. Itulah Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah SAW. Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW, Khadijah perna menikah dua kali, tapi suaminya meninggal semua, dengan masing-masing meninggalkan putra.

Aktivitas Khadijah adalah berdagang, dengan mengirimkan kafilah-kafilah ke negeri Syam. Kafilah-kafilah itu nantinya akan kembali ke Mekah dengan membawa makanan, pakaian, dan komoditas lain, untuk diperdagangkan kembali. Kelihaian Khadijah dalam me-manage perputaran roda bisnisnya, membuat beliau menjadi wanita mulia, kaya,dan disegani.

Selama 15 tahun pernkahannya dengan Nabi Muhammad SAW, Kadijah dikaruniai tiga putra, yaitu al-Qasim, ath-Thahir, dan ath-Thayyib, serta empat putri, yakni Zainab, Ruqayyah, Ummi Kulsum, dan Fatimah az-Zahra’. Khadijah sukses memerankan diri sebagai istri yang baik dan sebagai ibu yang bijaksana bagi anak-anaknya.

Khadijah adalah istri tercinta. Ia bukan sekadar istri yang baik, tapi lebih dari itu, ia rla memberikan segalanya kepada suaminya. Dialah menjadi pelindung suami dari intimidasi orang Quraisy; menenangkan suaminya di kala gundah, dan meringankan suaminya dengan menyumbangkan hartanya di jalan dakwah. Karena itulah, ketika Khadijah wafat, Nabi Muhammad SAW sangat terpukul hingga dalam sejarah tahun itu tercatat sebagai tahun duka.

Dan, tatkala salah satu stri Nabi SAW, protes karena cemburu tatkala Nabi SAW menyebut-nyebut nama Khadijah, Nabi SAW marah: “Demi Allah! Tidaklah Allah pernah mengganti bagiku istri yang lebih baik dari dia. Dia telah beriman kepadaku saat oran-orang masih kafir. Ia telah membenarkan kepadaku saat orang-orang masih mendustaiku. A telah menolongku dengan hartanya di saat orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku putra-putri darinya, bukan dari istri-istri yang lain.”

Fatimah az-Zahra’, Wanita yang Tabah: Fatimah az-Zahra’, putri Rasulullah SAW tercinta, adalah sayyidatu nisa’il-‘alamin, pemuka wanita seluruh alam. Namun, tidak berarti beliau meiliki tahta, tidak pula bergelimang harta. Sebaliknya, beliau bernaung di bawah di bawah tenda kesederhanaan bersama Sayidina Ali, al-Hasan, dan al-Husain, Muhsin, Zainab, dan Umi Kulsum; keluarga besarnya.

Kendati hidupnya serba tak kecukupan, Fatimah selalu menerima apa adanya, dan menjalani keadaan ini dengan penuh ketabahan. Pernah suatu ketika, Fatimah datang ke Rasulullah SAW meminta pelayanan dari hasil fai’, agar sedikit bisa meringankan beban hidupnya. Namun, Rasulullah SAW tidak mengabulkannya. Akan tetapi, Rasulullah SAW mengajarinya doa-doa, dan menyuruhnya minta tolong kepada Allah SAW dalam mengurusi rumah-tangga, mendidik anak, serta melayani suami. “Hai Fatimah, sabarlah. Sesungguhnya, sebaik-baik wanita adalah yang memberi manfaat kepada keluarganya,” nasihat Rasulullah SAW.

Pada suatu hari, Rasulullah SAW, menjenguk Fatimah, dan mendapatinya sedang menggiling gandum dengan batu giling, sementara baju yang dikenakannya tampak terbuat dari bulu onta. Maka Rasulullah SAW menangis seraya berkata, “Hai Fatimah, rasakanlah kepahitan hidup di dunia, agar kelak merasakan kenikmatan akhirat.”

Pada kesempatan yang lain, Rasulullah SAW menjenguk Fatimah yang sedang sakit. “Bagaimana keadaanmu wahai anakku?” Fatimah manjawab, “Aku sedang sakit dan lapar”. Nabi SAW lalu memberi nasihat, “Tidakkah engkau suka menjadi pemimpin wanita seluruh alam?”

Demikianlah, sulitnya manjalani hidup tidak membuat Fatimah az-Zahra’ kehilangan harga dirinya. Justru beliau sukses melewati masa-masa sulit dan ujian yang berat itu, berkat kesabaran dan ketabahannya yang luar biasa. Kemuliaan dan derajat yang tinggi memang seharusnya tak diukur dengan materi.

Aisyah, Sumber Rujukan Ilmu: Suatu ketika Rasulullah SAW ditanya, “Siapakah orang yang paling Anda cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah” Merasa kurang puas, si penanya kembali bertanya, “Aku maksudkan dari kaum lelaki”. Rasul SAW menjawab, “Ayahnya”.

Jawaban Rasul SAW itu sudah cukup memberikan gambaran kepada kita mengenai siapa dan bagaimana kedudukan Sayidah Aisyah, salah satu istri Nabi SAW. Beliau adalah wanita mulia, dari keturunan mulia, putri Sahabat yang paling mulia, Abu Bakar ash-Shiddiq.

Raulullah SAW menikahi Aisyah pada usia belia. Sebagian orientalis menganggap ini aneh, lalu mereka mengkritik habis-habisan. Sebenarnya para orientalis itu keliru karena mereka menjadikan tredisi Barat sebagai standar kebenaran. Gadis Barat biasanya tidak kawin sebelum mencapai usia 25 tahun, sementara gadis seusia itu di Jazirah Arab dianggap sebagai usia perkawinan yang terlambat.

Pernikah Rasulullah SAW dengan Aisyah yang masih belia, ternyata menympan sejuta hikmahbagi umat Muhammad SAW. Aisyah adalah salah seorang istri Rasulullah SAW yang banyak memperoleh pendidikan langsung dari Rasulullah SAW; menerima ilmu, hukmah, dan petunjuk dari beliau. Karena itu, sepeninggal Rasul SAW, Aisyah menjadi sumber rujukan ilmu, terutama berkenaan dengan keperibadian Rasul dan keadaan rumha-tangga beliau, yang tidak banyak diketahui oleh khalayak.

Dalam hal ini, Abu Musa al-Asy’ari berkata, “Bila kami para sahabat mengalami kesulitan dalam suatu permasalahan, maka kami menanyakan jawabannya kepada Aisyah”.

Diriwayatkan dari Atha’ bin Rabah “Adalah Aisyah yang paling faqih dan paling alim serta paling baik pendapatnya mengenai permasalahan hukum. Adalah Aisyah tempat berguru kaum pria, dan banyak murinya yang kemudian terkenal menjadi guru dan panutan generasi berikutnya”.

Karena itu, nama Aisyah menjadi harum semerbak, dan ditulis dengan tinta emas sejarah. Beliau berperan besar dalam mentransmisikan Hadis-Hadis Rasulullah SAW kepada generasi umat Islam. Beliaulah sebetulnya sang pelopor yang memilki peran besra dalam memajukan keilmuan umat Islam. Dalam hal ini beliau mengatakan, “Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Mereka tidak malu untuk belajar agama.”

Cukuplah kiranya figur wanita-wanita yang di uaikan di atas, menjadi potret sempurna, untuk bagaimana seharusnya para wanita bisa menata diri. Para istri Nabi SAW (ummahatul-mu’minin) adalah figur wanita-wanita yang sempurna, yang menjadi teladan wanita sepanjang zaman. Masing-masing memiliki keistimewaan yang membuat mereka layak menjadi panutan.

Mereka adalah wanita-wanita yang telah teruji oleh sejarah. Sekali lagi penting ditegaskan bahwa mereka menjadi mulia dan bermartabat, bukan karena mereka mangambil alih peran kaum pria, akan tetapi karena mereka menunaikan tugas-tugas kewanitaan dengan arif dan bijak mengikuti tatanan Ilahi yang telah digariskan.

Sumber Tulisan: www.Sidogiri.net

Share:

Tokoh Islam

Hikmah

Islamia

Muslimah