• Dzikir Pagi Dan Petang

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

  • Dzikir Mejelang Tidur

    Siapa yang membaca ayat Kursi saat hendak tidur, maka sesungguhnya dia selalu berada dalam perlindungan Allah dan tidak didekati setan hingga pagi hari.

  • Bacaan Setelah Bangun Tidur

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

  • Dzikir Setelah Shalat Fardlu

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

  • Bacaan Shalat Tahajud

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

Jumat, 27 Mei 2016

Mengenal Kepribadian Luhur Habib Anis Al-habsyi



Dua minggu pasca-Lebaran tahun 2006, umat muslim di Soloraya tersentak mendengar kabar duka. Seorang tokoh ulama panutan yang juga keturunan dari Rasulullah saw, Habib Anis Al-Habsyi dikabarkan telah menghadap ke rahmatullah. Menurut keterangan dari dokter, Habib Anis yang kala itu berusia 78 tahun, wafat karena penyakit jantung yang dideritanya.
Share:

Sabtu, 14 Mei 2016

Kh. Romli Tamim Penyusun Doa Istighorsah



Kata "Istighotsah" ( ﺇﺳﺘﻐﺎﺛﺔ) adalah bentuk masdar dari Fi'il Madli Istaghotsa ( ﺇﺳﺘﻐﺎﺙ) yang berarti mohon pertolongan. Secara terminologis, istigotsah berarti beberapa bacaan wirid ( awrad) tertentu yang dilakukan untuk mohon pertolongan kepada Allah SWT atas beberapa masalah hidup yang dihadapi.
Share:

Kamis, 05 Mei 2016

Kh. Ahmad Muthohar Mursyid Thariqah Dan Penulis Berbagai Kitab



KH Ahmad Muthohar bin Abdurrahman bin Qoshidil Haq adalah putra kelima KH Abdurrahman. Beliau merupakan adik KH Fathan bin Abdurrahman yang meneruskan perjalanan Pesantren Futuhiyyah bersama dengan dua keponakannya, KH Muhammad Shodiq Luthfil Hakim Muslih dan KH Muhammad Hanif Muslih, sepeninggal KH Muslih bin Abdurrahman.
Sepanjang masa itu, kiai Ahmad Muthohar merupakan sesepuh yang mengampu pengajian santri dan bertindak sebagai imam sholat maktubah di Masjid An Nur Pondok Pesantren Futuhiyyah, disamping sebagai imam sholat Jumat di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin, Kauman, Mranggen.

Sedang struktur tata kelola organisasi pesantren (termasuk pengelolaan yayasan) dipimpin oleh dua putra KH Muslih bin Abdurrahman, yakni KH Muhammad Shodiq Luthfil Hakim Muslih dan dibantu adiknya KH Muhammad Hanif Muslih.

KH Ahmad Muthohar bin Abdurrahman terkenal sebagai sosok ulama yang istiqomah. Para santri menjadi saksi keistiqomahannya dalam hal ubudiyah. Sepanjang hayat, kecuali pada saat benar-benar udzur, beliau senantiasa melaksanakan sholat maktubah berjamaah dengan para santri.

Salah satu hal yang patut menjadi teladan dari kiai kelahiran 1926 ini adalah keistiqomahan dalam beribadah. Meski harus dengan menaiki kursi roda dan didorong oleh santri dari kediaman menuju masjid, beliau tetap semangat, bahkan masih sempat keliling ke kamar-kamar pesantren untuk membangunkan santri yang tidur atau sekedar mengingatkan waktu sholat jamaah.

Disamping menjadi imam Masjid An Nur Pesantren Futuhiyyah, sehari-harinya KH Ahmad Muthohar bin Abdurrahman juga mengampu pengajian kitab-kitab salaf.

Semasa hidup, KH Ahmad Muthohar dikenal sebagai penulis produktif. Tak kurang dari 30 judul kitab kuning karyanya membahas berbagai disiplin ilmu, diantara kitab nahwu, shorof (tata bahasa), aqidah (ketahuidan), akhlak (budi pekerti), fiqih (hukum Islam), tafsir, hingga mawaris (tentang pembagian warisan).
KH Ahmad Muthohar merupakan salah satu ulama yang berkesempatan menimba ilmu dari Abu Al Faidh’ Alam Ad Diin Muhammad Yasin bin Isa Al Fadani, yang masyhur dikenal dengan Syekh Yasin Al Fadani, ulama Makkah asal Padang Sumatera Barat, bergelar “Al Musnid Dunya” (ulama ahli sanad dunia), berkat keahliannya dalam hal ilmu periwayatan hadits.
Di kalangan nahdliyyin, karya-karya KH Ahmad Muthohar cukup dikenal dan masih dipakai untuk pembelajaran agama hingga sekarang. Sebut saja kitab Imrithi dan Al Wafiyyah fi Al Fiyyah (Nahwu), Akhlaqul MArdliyyah (akhlak), Tafsir Faidurrahman (tafsir), Al Maufud (Shorof), Syifaul Janan dan Tuhfatul Athfal (tajwid). Buah karyanya yang lain, kitab Rahabiyyah (warisan) serta Tsamrotul Qulub (bacaan wirid sesudah shalat).

Sebagian besar karya KH Ahmad Muthohar diterbitkan oleh penerbit Thoha Putra Semarang, yang memang dikenal sebagai penerbit kitab-kitab klasik. Selain itu, ada pula sejumlah karyanya yang dirilis oleh penerbit Malaysia.
Selain penulis produktif, KH Ahmad Muthohar juga merupakan sosok penting di kalangan nahdliyin, hingga wafat tahun 2005, beliau adalah Mustafadl Jam’iyyah al Mu’tabarah Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah An Nahdliyyah.

Tak heran, kepergiannya dihantarkan oleh banyak pelayat. Sebagian mereka merupakan murid thariqah. Tak cuma dari Mranggen, para murid tersebut datang dari berbagai kota di Jawa, seperti Semarang, Purwodadi, Kendal, Sragen, Pekalongan, Blora, Pati, Solo, Cirebon, bahkan luar Jawa.

KH Ahmad Muthohar meninggal dunia pada usia 79 tahun saat melaksanakan sholat tahajud, yang rutin dilakoninya selama berpuluh-puluh tahun. Beliau wafat meninggalkan 8 putra-putri dari para istrinya, 4000-an santri, dan puluhan ribu anggota thoriqoh.

Oleh: Abdus Shomad/Ben Zabidy PP. Futuhiyyah Suburan Mranggen [nu.or.id]
Share:

Minggu, 01 Mei 2016

Kh. Abuya Muhtadi Dimyati Mufti Syafiiyah Nasionalis Dari Banten

KH. Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang bernama kecil Ahmad Muhtadi dilahirkan di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dari pasangan KH Abuya Dimyathi Bin KH M. Amin Al-Bantany dan Nyai Hj. Asma' Binti KH ‘Abdul Halim Al-Makky pada 26 Desember 1953 M / 28 Jumadal Ula 1374 H.

Share:

Jumat, 15 April 2016

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati

Jika kita berziarah ke makam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati di Cirebon, maka dapat ditemukan di salah satu sudut area makam, tepatnya di dinding serambi Masjid Agung Gunung Jati, terpampang secara jelas sebuah kalimat "Insun titip tajug lan fakir miskin." Kalimat yang sudah cukup familiar khususnya bagi masyarakat Cirbon, dan diyakini merupakan wasiat terakhir Sunan Gunung Jati tidak lama sebelum beliau wafat.

Share:

Selasa, 12 April 2016

Mintalah Doa Pada Orang Yang Sakit, Karena Doanya Seperti Doa Malaikat

Salah satu hak seorang muslim terhadap muslim lainnya adalah menjenguknya ketika sakit. Hal ini merupakan perkara yang mulya yang telah diajarkan oleh agama. Disamping itu pula dianjurkan memberikan nasehat-nasehat yang mengandung harapan serta berdo'a untuk kesembuhan orang yang sakit.

Share:

Selasa, 29 Maret 2016

Rahasia Di Balik Keistimewaan Kitab Taqrib

Tidak ada yang menyangkal akan kemasyhuran kitab Taqrib (al-Ghayah wa at-Taqrib) sebuah risalah kecil dalam disiplin fiqih yang meskipun tipis tapi berbobot. Nyaris semua pondok pesantren di Indonesia dalam desain kurikulum pembelajarannya memakai matan kitab Taqrib ini. Ia menjadi materi dasar penguasaan fan fiqih untuk para santri. Banyaknya kitab-kitab fiqih terbaru yang dikarang fuqaha kontemporer belum dapat menggeser penggunaan kitab produk sekitar abad ke-5 Hijriah tersebut.

Share:

Rabu, 09 Maret 2016

Wanita-wanita Yang Dapat Mendatangkan Rizqi Bagi Suaminya

Memperoleh isteri yang ideal mungkin saja adalah yang dimimpikan para lelaki. Begitu juga dengan wanita, siapa wanita yang tidak mau mempunyai suami shalih serta sesuai persyaratan ideal yang didambakan. Tetapi kita ketahui bahwa tak ada manusia yang sempurna. Kita cuma dapat mengupayakan supaya bisa menjalankan peran masing-masing semaksimal mungkin serta sesuai dengan apa yang diridhai Allah ta'ala.

Ada suatu nasehat untuk seseorang suami. "Bahagiakanlah isteri karena membahagiakan isteri dapat memperlancar rejeki." Apakah benar demikian? Berikut sifat-sifat isteri yang bisa jadi akan mendatangkan rejeki untuk suaminya:

Wanita yang taat pada Allah dan rasul-Nya.

Ada empat faktor sebagai pertimbangan saat sebelum menikah dengan seseorang wanita, yaitu karena (1) kecantikannya, (2) keturunannya, (3) hartanya serta (4) agamanya. Kita diperintahkan untuk memilih wanita karena faktor agamanya, beruntung sekali bila dapat memperoleh keempatnya. Wanita yang taat pada Allah dan Rasul-Nya bakal membawa rumah tangga menuju surga, menuju ketentraman. Rumah tangga yang tentram, nyaman, bahagia yaitu rejeki yang sangatlah berharga. Rumah tangga yang dinahkodai suami yang saleh didampingi istri yang salehah akan jadikan rumah tangga ini barokah, membuahkan anak-anak yang saleh/salehah, memperoleh ridha serta rahmat Allah.

Wanita yang taat pada suaminya.

"Jika aku boleh menyuruh seorang untuk sujud pada orang lain pasti aku akan menyuruh seseorang isteri untuk sujud kepada suaminya (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)."

Selama perintah suami tak bertentangan dengan agama, jadi isteri harus mentaatinya. Ketaatan seseorang isteri pada suaminya bakal membuat hati suami tenang serta damai serta dapat menjalankan kewajibannya mencari rejeki yang halal untuk keluarga. Akan halnya wanita yang berkarier diluar rumah dapat terus bekerja selama suaminya mengizinkan serta kewajibannya untuk menjaga diri dengan baik ditempat kerja. "Laki-laki yaitu pemimpin atas wanita karena Allah sudah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) serta dengan sebab suatu hal yang sudah mereka (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya. Jadi wanita-wanita yang saleh yaitu yang patuh lagi memelihara diri di belakang suaminya seperti Allah sudah memelihara dirinya". (QS. An Nisa: 34).

Wanita yang melayani suaminya dengan baik.

Tugas utama isteri yaitu mobilisasi pekerjaan rumah tangga dengan sebaik-baiknya, mel ayani suami dengan baik dan mendidik anak-anaknya. Isteri yang baik berupaya mel ayani suaminya dengan baik seperti menyiapkan makanannya, mempersiapkan keperluannya, penuhi keperluan biologisnya, melindungi perasaan suaminya jangan sampai suaminya terluka karena sikapnya. Wanita yang demikian dapat jadi yang paling disayangi suaminya serta bisa jadi partner yang baik dalam wujudkan rumah tangga yang sakinah dan menarik beberapa hal positif dalam rumah tangganya, termasuk juga rejeki untuk suaminya.

Wanita yang berhias hanya untuk suaminya.

"Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah" (HR. Muslim).

Adalah sifat wanita yang gemar bersolek serta berhias, namun wanita yang saleh cuma berhias serta memperlihatkan perhiasan untuk suaminya. Wanita yang bila dilihat suaminya senantiasa menyenangkan serta tahu bagaimanakah menyenangkan suaminya. Wanita yang bahkan malaikat juga mendo'akannya akan mempermudah rejeki datang padanya.

Apabila ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami

Waktu suami keluar mencari nafkah Isteri yang ditinggalkan dirumah harus merawat kehormatannya, menjaga dirinya dari tamu yg tidak pantas, membatasi keluar rumah bila tak terlalu penting. Harta suami yang dititipkan padanya dipergunakan pada beberapa hal yang berguna dengan seizin suaminya. Wanita seperti itu mempermudah rejeki masuk ke rumahnya sebagai upah dari ketaatannya kepada Allah serta kesetiaan pada suaminya.

Wanita yang selalu meminta ridha suami

Wanita ini tahu bagaimana menyenangkan hati suaminya. Melindungi sikap serta tingkah laku supaya tak menyinggung serta melukai perasaan suaminya. Dia senantiasa berupaya agar suaminya tak marah padanya. Dia tidak akan pergi tidur dalam situasi marah atau meninggalkan suaminya dalam situasi marah sampai memperoleh maafnya. Mengajak suaminya bercanda untuk menceriakan perkawinannya. Berupaya mendidik anak-anaknya dengan baik. Menjaga rahasia perkawinan dari orang lain. "Maukah kalian kuberitahu isteri-isteri sebagai penghuni surga yakni isteri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali pada suaminya, di mana bila suaminya marah dia mendatangi suaminya serta meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata" Aku tidak bisa tidur sebelum engkau ridha" (HR. An Nasai).

Isteri seperti ini yaitu isteri yang dimudahkan rejekinya melalui tangan suaminya karena amalan dan kesetiaan pada suaminya

Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas

Wanita yang tidak pernah mengeluh berapapun rejeki yang dibawa pulang suaminya. Senantiasa ikhlas menerima serta menghormati apa pun yang didapatkan suami kepadanya. Banyak disyukuri sedikit pun di terima dengan ikhlas. Wanita seperti itu adalah wanita yang mensyukuri rejekinya. Allah telah menjanjikan bahwa bila kita bersukur Dia akan menambah rejeki kita. Wanita yang bersukur serta ikhlas rejekinya selalu bertambah baik jumlah ataupun keberkahannya yang akan di beri Allah langsung padanya maupun melalui suaminya.

Wanita yang bisa menjadi partner meraih ridha Allah.

Wanita yang menjadikan rumah tangganya sebagai ibadah, pengabdiannya kepada Allah. Bisa menjadi teman diskusi yang berimbang untuk suami. Bisa melakukan koreksi serta menyampaikan dengan lembut pada suaminya. Mendengarkan nasehat serta kata-kata suaminya dengan penuh perhatian. Saat sebelum melakukan ibadah sunnah seperti puasa sunnah meminta izin pada suaminya serta tak melaksanakan bila tak diizinkan. Bisa jadi pendorong serta motivator suami untuk mencapai keberhasilan dunia dan akhirat. Itulah mengapa ada kalimat "Di balik pria yang sukses ada wanita hebat di belakangnya". Karena wanita seperti ini adalah rejeki utama suaminya.

Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya.

Wanita yang bersukur yaitu wanita yang menerima semua kehendak/takdir Allah padanya namun terus berupaya melakukan yang terbaik termasuk juga dengan mendoakan suami serta anak-anaknya supaya berhasil dunia akhirat. Wanita ini tidak pernah putus do'a, namun menjadikannya sebagai kebiasaan harian, penghias bibir sesudah shalat. Wanita itu tahu bahwa rejeki suaminya akan ditambah serta diberkahi bila dirinya selalu melibatkan Allah pada langkah suaminya melalui doa-doa yang dipanjatkannya setiap hari. Dan betapa beruntungnya seorang laki-laki jika bisa memperoleh isteri dengan ciri-ciri seperti diatas. Jika pun isteri ternyata belum punyai ciri-ciri seperti diatas adalah tugas suami untuk mendidik isterinya, karena isteri adalah tanggung jawab suaminya serta dia akan di tanya di akhirat perihal hal itu. Wallahu a'lam. [kabarmuslimah.com]

Share:

Selasa, 01 Maret 2016

Lima Kiat Sukses Mencari Ilmu, Dalam Alfiyah Ibnu Malik

"Thalabul ilmi faridhatun 'ala kulli muslimin wa muslimatin"|"Uthlubul 'ilma minal mahdi ilal lahdi".

Dua hadits di atas rasanya tidak asing lagi di telinga orang pesantren sebagai penuntut ilmu

Share:

Minggu, 28 Februari 2016

Sosok Ulama Kharismatik Guru Sekumpul Dari Kalimantan

Guru Sekumpul merupakan sebutan untuk Syaikh Zaini Abdul Ghani, ulama kharismatik kalimantan selatan yang sangat terkenal. Nama lengkap beliau adalah al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa'ad bin Abdullah bin al-Mufti Muhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin bin Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari.

Share:

Tokoh Islam

Hikmah

Islamia

Muslimah