• Dzikir Pagi Dan Petang

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

  • Dzikir Mejelang Tidur

    Siapa yang membaca ayat Kursi saat hendak tidur, maka sesungguhnya dia selalu berada dalam perlindungan Allah dan tidak didekati setan hingga pagi hari.

  • Bacaan Setelah Bangun Tidur

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

  • Dzikir Setelah Shalat Fardlu

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

  • Bacaan Shalat Tahajud

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

Sabtu, 26 Desember 2015

Cinta Rasul Ala Zaid Bin Haritsah

Beberapa tahun sebelum Rasulullah s.a.w diutus. Zaid bin Haritsah masih sangat belia ketika perkampungan Bani Kalb diserbu kelompok penyamun. Mereka tidak hanya merampas harta benda, tapi juga anak-anak untuk dijual di pasar budak. Termasuk Zaid bin Haritsah.

Share:

Jumat, 25 Desember 2015

Keseharian Rasulullah Dalam Berbusana Makan Minum Dan Tidurnya

Keseharian Rasulullah Dalam Berbusana Makan Minum Dan Tidurnya

Dalam hal berbusana: Rasulullah amat sederhana, jauh dari kesan mewah. Busana ini sekedar untuk melindungi badan dari cuaca ekstrem. Orang yang tidak memakai pakaian mewah, sedangkan ia mampu melakukannya, Allah memanggilnya di hadapan makhluk, berhak memilih pakaian apapun.

Share:

Kamis, 24 Desember 2015

Perihal Ibadah Rasulullah S.a.w

Rasulullah dalam Hadits Abi Hurairah diceritakan, Rasulullah shalat sampai kedua kakinya bengkak. Hal ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur. Padahal kalau mau dikalkulasi secara fair, Rasulullah adalah manusia paling sempurna ibadahnya, dan satu-satunya yang terjamin dosanya diampuni. Rasulullah sebagai insan sempurna, meneladankan semangat totalitas dalam ibadah. Agar kita sebagai umat mendapat gambaran akan hal itu.

Share:

Keindahan Nama-nama Rasulullah S.a.w

Ibnu 'Asakir meriwayatkan dari Ka'bil Akhbar, Bahwa Nabi Adam berkata pada Syits puteranya, bahwa Nama Muhammad tertulis di mata bidadari. Akan tetapi, Al-Qusthullani dalam Mawahib al-ladunniyah menyebut bahwa Rasulullah Saw. memiliki 1000 nama, sebagaimana Allah juga memiliki 1000 nama. Bisa jadi yang dikehendaki Al-Qusthullani di sini adalah sifat Baginda Nabi. Dan setiap sifat Nabi otomatis menjadi nama bagi beliau. Maka tidak heran jika nama Nabi mencapai 1000 nama. Sebab segala sifat-sifat terpuji berhak disematkan pada Baginda Nabi.

Share:

Rabu, 23 Desember 2015

Keindahan Fisik Baginda Nabi S.a.w

Keindahan fisik Rasulullah tidak tampak seutuhnya kepada kita. Sebab jika ditampakkan seluruhnya, mata kita tak mampu untuk melihatnya.

Share:

Minggu, 20 Desember 2015

Toleransi, Tenggangrasa, Dan Ucapan Selamat Natal

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia selalu memerlukan orang lain guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebab itulah manusia dijuluki sebagai makhluk sosial. Demikian padatnya kebutuhan manusia sehingga persinggungan diantara mereka tidak mungkin terelakkan. Bahkan di dunia yang semakin mengglobal ini, persinggungan itu telah menembus batas. Batas ruang, waktu, budaya, agama dan juga ideologi.

Share:

Sabtu, 28 November 2015

Tidak Menikah Bukan Berarti Tak Laku

Hidup di zaman ketika Islam semakin jauh dari kehidupan itu memang bukan hal yang mudah. Ada saja suara yang berusaha menilai seseorang dari tampilan luarnya saja. Kita tak akan pernah tahu apa yang telah dilewati oleh seseorang lainnya ketika ia memutuskan sesuatu dalam hidupnya. Begitu juga dalam hal jodoh. Masalah jodoh, menurut saya bukan masalah laku atau tidak laku Kita tidak sedang berjualan kue apem di sini yang bisa dinilai laku bila laris manis.

Share:

Rabu, 04 November 2015

Al-Quran Adalah Petunjuk Kehidupan

Alkisah ada seorang pelaut yang ingin melayari samudera lepas, dan dia sangat bersemangat untuk itu, dengan keyakinan yang hebat. dia memulai impiannya itu dengan membuat kapal dari kayu terbaik, dengan desain terbaik, dari pembuat kapal yang terbaik, semua serba terbaik.

kapalnya dirancang untuk menampung sampai ratusan kru kapal, juga dengan gudang perbekalan yang memadai selama setahun penuh. tidak hanya itu, berbulan-bulan dia habiskan merekrut kru paling hebat, mewawancarai, menyortir, melatih bahkan menyatukan para ahli kapal menjadi satu tim .

entah berapa malam dia habiskan untuk merencanakan perjalanannya menjangka dan menggaris peta, menulis poin demi poin rancangan.

saat yang direncanakan itupun telah tiba, layar yang dijahit dikembangkan, sauh diangkat, semua sudah siap berlayar, mengarungi samudera tanpa batas.

Akhirnya, inilah saatnya menjemput impian, mereka berlayar, hari demi hari, bulan demi bulan, semua telah terlewati.. sampai akhirnya sang pelaut ini sadar, dan tercengang, ada satu hal yang dia lupakan selama ini, yang terpenting! Yaitu PENUNJUK ARAH!.

Dia tengok kiri-kanan muka-belakang, semua sama-sama horison, lautan tak bertepi, tiada petunjuk ataupun penanda arah apapun. lunglai, semua persiapan selama ini, Percuma, bila sudah salah tujuan, maka apapun jadi sia-sia.

Sebenarnya pelaut itu sama seperti kita di dunia ini, tak tahu apapun, bedanya hidup kita tak bisa balik lagi, namun analoginya adalah sama. hidup tanpa arah itu sia-sia, menjalani hidup tanpa petunjuk itu Percuma, perbekalan apapun takkan pernah bisa mencukupi, takkan membantu apapun.

Berlayar tanpa navigasi itu cari mati, di dunia tanpa petunjuk itu sesat sudah pasti, maka yang paling penting di dalam hidup itu tahu arah. bila Arah sudah benar, perbekalan, kru, kapal, barulah bermanfaat, bila ada Penunjuk arah, itu baru perjalanan, karena dengan petunjuk arah itu sudah pasti terdapat tujuan.

Dunia ini lautan yang menyesatkan, dan Penunjuk arah kita adalah AL-QURAN, siapa jauh darinya, pasti akan tersesat, dan kehilangan arah. Sungguh sangat disayangkan akhir-akhir ini kita saksikan manusia, sibuk siapkan kapal, kru, perbekalan, tapi jauh dari AL-Quran, lupa membawa Penunjuk arah. maka wajar dunia memperdaya dirinya, tak puas, galau, sedih, kecewa, depresi di ujung hidupnya. menumpuk penuh kesia-siaan, dengan percuma.

Yang sudah salah jalan di dunia dan mati, maka ia tidak akan bisa peringatkan kita, yang betul jalannya dan sudah tenang, juga tak bisa pandu kita. bocoran dan Penunjuk arah di dunia satu-satunya hanya dari Allah dan Rasul-Nya, Kitabullah dan Sunnah, itu petunjuk yang pasti. Al-quran itu cahaya, siapa jadikan ia petunjuk arah, maka jalannya akan terang dan pasti arah di jalan Allah.

Share:

Minggu, 25 Oktober 2015

Toleransi Hasan Al-Bashri Bertetangga Nasrani

Kekaguman para sahabat dan murid-muridnya tak menggetarkan pribadi Hasan al-Bashri untuk tetap hidup penuh kesederhanaan. Di rumah susun yang tidak terlalu besar ia tinggal bersama istri tercinta. Di bagian atas adalah tempat tinggal seorang Nasrani. Kehidupan berumah tangga dan bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan menurut ukuran duniawi.

Share:

Jumat, 25 September 2015

Kisah: KH. Kholil, Orang Arab Dan Macan Tutul

Alkisah, seseorang berkebangsaan Arab berkunjung ke Pesantren Kedemangan, Bangkalan, Jawa Timur. Masyarakat Madura menyebutnya habib. Kala itu, Syaikhona KH. Muhammad Kholil sedang memimpin jamaah sembahyang maghrib bersama para santrinya.

Usai menunaikan shalat, Mbah Kholil pun menemui para tamunya, termasuk orang Arab ini. Dalam pembicaraan, tamu barunya ini menyampaikan sebuah teguran, "Tuan, bacaan al-Fatihah Antum (Anda) kurang fasih."
Rupanya, sebagai orang Arab, ia merasa berwenang mengoreksi bacaan shalat Mbah Kholil.

Setelah berbasa-basi sejenak, Mbah Kholil mempersilakan tamu Arab itu mengambil wudhu untuk melaksanakan sembahyang maghrib. "Silakan ambil wudhu di sana." ucapnya sambil menunjuk arah tempat wudhu di sebelah masjid.

Baru saja selesai wudhu, si orang Arab tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya seekor macan tutul. Dengan bahasa Arab yang fasih ia berteriak dengan maksud mengusir si macan. Kefasihan bahasa Arabnya tak memberi pengaruh apa-apa. Binatang buas itu justru kian mendekat.

Mendengar keributan di area tempat wudhu, Mbah Kholil datang menghampiri. Mbah Kholil paham, macan tutul itu lah sumber kegaduhan. Kiai keramat ini pun melontarkan sepatah dua patah kata kepada macan. Meski tak sefasih tamu Arabnya, anehnya, sang macan langsung bergegas pergi.

Orang Arab itu akhirnya mafhum, kiai penghafal al-Qur'an yang menguasai qiraat sab'ah (tujuh cara membaca al-Qur'an) ini sedang memberi pelajaran berharga untuk dirinya. Nilai ungkapan seseorang bukan terletak sebatas pada kefasihan kata-kata, melainkan sejauh mana penghayatan atas maknanya.

Share:

Tokoh Islam

Hikmah

Islamia

Muslimah