• Dzikir Pagi Dan Petang

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

  • Dzikir Mejelang Tidur

    Siapa yang membaca ayat Kursi saat hendak tidur, maka sesungguhnya dia selalu berada dalam perlindungan Allah dan tidak didekati setan hingga pagi hari.

  • Bacaan Setelah Bangun Tidur

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

  • Dzikir Setelah Shalat Fardlu

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

  • Bacaan Shalat Tahajud

    Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41—42)

Minggu, 25 Oktober 2015

Toleransi Hasan Al-Bashri Bertetangga Nasrani

Kekaguman para sahabat dan murid-muridnya tak menggetarkan pribadi Hasan al-Bashri untuk tetap hidup penuh kesederhanaan. Di rumah susun yang tidak terlalu besar ia tinggal bersama istri tercinta. Di bagian atas adalah tempat tinggal seorang Nasrani. Kehidupan berumah tangga dan bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan menurut ukuran duniawi.

Share:

Jumat, 25 September 2015

Kisah: KH. Kholil, Orang Arab Dan Macan Tutul

Alkisah, seseorang berkebangsaan Arab berkunjung ke Pesantren Kedemangan, Bangkalan, Jawa Timur. Masyarakat Madura menyebutnya habib. Kala itu, Syaikhona KH. Muhammad Kholil sedang memimpin jamaah sembahyang maghrib bersama para santrinya.

Usai menunaikan shalat, Mbah Kholil pun menemui para tamunya, termasuk orang Arab ini. Dalam pembicaraan, tamu barunya ini menyampaikan sebuah teguran, "Tuan, bacaan al-Fatihah Antum (Anda) kurang fasih."
Rupanya, sebagai orang Arab, ia merasa berwenang mengoreksi bacaan shalat Mbah Kholil.

Setelah berbasa-basi sejenak, Mbah Kholil mempersilakan tamu Arab itu mengambil wudhu untuk melaksanakan sembahyang maghrib. "Silakan ambil wudhu di sana." ucapnya sambil menunjuk arah tempat wudhu di sebelah masjid.

Baru saja selesai wudhu, si orang Arab tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya seekor macan tutul. Dengan bahasa Arab yang fasih ia berteriak dengan maksud mengusir si macan. Kefasihan bahasa Arabnya tak memberi pengaruh apa-apa. Binatang buas itu justru kian mendekat.

Mendengar keributan di area tempat wudhu, Mbah Kholil datang menghampiri. Mbah Kholil paham, macan tutul itu lah sumber kegaduhan. Kiai keramat ini pun melontarkan sepatah dua patah kata kepada macan. Meski tak sefasih tamu Arabnya, anehnya, sang macan langsung bergegas pergi.

Orang Arab itu akhirnya mafhum, kiai penghafal al-Qur'an yang menguasai qiraat sab'ah (tujuh cara membaca al-Qur'an) ini sedang memberi pelajaran berharga untuk dirinya. Nilai ungkapan seseorang bukan terletak sebatas pada kefasihan kata-kata, melainkan sejauh mana penghayatan atas maknanya.

Share:

Kamis, 09 Juli 2015

Sheikh Ahmad Khotib Al-minangkabawi, Imam masjidil haram Asal agam Minangkabau

Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Rahimahullah adalah ulama besar Indonesia yang pernah menjadi imam, khatib dan guru besar di Masjidil Haram, sekaligus Mufti Mazhab Syafi'i pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dia memiliki peranan penting di Mekkah al Mukarramah dan di sana menjadi guru para ulama Indonesia.

Share:

Selasa, 07 Juli 2015

Sheikh Abdullah Sirajuddin, Seorang Auliya' Produktif Dalam Berkarya

Syeikh Abdullah ibn Muhammad Najib Sirajuddin al-Hussaini 'alayhimâ rahmatullâhi ta'âlâ, merupakan keturunan Imam Hussain bin Ali Abi Thalib radhiyallâhu ta'âlâ 'anhuma wa ardhahumâ, dari pihak ayah. Syeikh Abdullah Sirajuddin lahir di dalam sebuah keluarga yang saleh dan terhormat, di masa ambang keruntuhan Ottoman Kesultanan pada tahun 1923 Masehi.

Share:

Sabtu, 04 Juli 2015

Peristiwa-peristiwa Bersejarah Di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan seperti yang kita ketahui merupakan bulan yang istimewa untuk umat Islam. Yang pertama dan terutama adalah karena di bulan inilah Al Quran pertama kali diturunkan, dan selanjutnya kitab ini menjadi pedoman hidup umat Islam sampai akhir zaman.

Share:

Kamis, 02 Juli 2015

Kh. Maimun Zubair: Tentang Cinta Yang Langgeng

Jika Willy Surendra, menulis dalam puisinya "Dalam kalbu yang murni, usia cinta lebih panjang dari usia percintaan" maka, Mbah Mun memberikan penjelasan dari sudut pandang yang lain tentang kelanggengan cinta.

Share:

Selasa, 30 Juni 2015

Carilah Ilmu Sampai Ke Pondok pesantren Al-mubarok Lanbulan

Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan: Yang letaknya berada di pedalaman Desa Batorasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, jawa Timur ini, didirikan oleh KH. Muhammad Fathullah pada 08 Syakban 1371 Hijriah. bertepatan dengan 2 Mei 1952. Putra kelima dari pasangan KH. Muhammad Fathullah bin Sa'idan dengan Nyai Sadrina binti KH. Abdul Allam ini, dikenal sosok ulama yang arif dan bijaksana.

Awalnya tidak banyak santri yang mengaji kepada KH Muhammad Fathullah di PP Al-Mubarok Lanbulan. Sebagian besar santri merupakan warga sekitar yang mengaji kepada suami dari Nyai Ewi Fatimah atau yang dikenal dengan Nyai Hj Zainab ini. Sistem pengajarannya waktu itu masih dengan sistem sorogan atau tontonan.

Seiring waktu, santri terus berdatangan. Bersamaan dengan itu, pembangunan asrama pesantren juga dilakukan. Pada masa KH Muhammad Fathullah pendidikan PP Al-Mubarok Lanbulan murni salaf. Yakni hanya mengajarkan kitab kuning dan pengetahuan agama. Hingga beliau wafat, belum ada pendidikan formal, jadi hanya ada pendidikan diniyah.

Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan: selanjutnya diasuh putra KH Muhammad Fathullah, yakni KH Ach. Barizi MF. Beliau juga dibantu sembilan saudaranya dalam mengembangkan pesantren. Termasuk tiga saudara iparnya. Pesantren ini dikembangkan secara kompak oleh KH Ach. Barizi MF bersama saudara-saudarinya. Tidak ada dua pengasuh ataupun dua pesantren. Keluarga pengasuh hingga saat ini terus solid untuk mengembangkan pendidikan pesantren dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada masa KH Ach. Barizi MF inilah perkembangan pendidikan meningkat drastis. Santri terus berdatangan ingin mondok di pesantren ini. Pembangunan asrama santri berbanding lurus dengan meningkatnya santri yang mondok. Pada masa inilah banyak penyempurnaan sistem dan manajemen pesantren serta tata cara kehidupan santri. Juga didirikan lembaga pendidikan formal seperti SMP, MA, dan yang lainnya. Hingga saat ini pesantren masih diasuh langsung KH Ach. Barizi MF.

Saat ini jumlah santri dan murid PP Al- Mubarok Lanbulan secara keseluruhan mencapai 2.200 orang, baik putra ataupun putri. Santri menempati asrama yang dibagi menjadi daerah A hingga J. Masing-masing daerah terdiri dari 12 hingga 20 kamar. Fasilitas santri di PP Al-Mubarok Lanbulan cukup bagus karena kebanyakan asrama yang dibangun bertingkat.

Saat ini juga PP Al-Mubarok Lanbulan sudah memiliki koperasi pesantren (kopontren) sebanyak 3 unit. Namanya Kopontren Alqomar. Selain koperasi, ada juga unit kesejahteraan keluarga (UKK) yang dikelola keluarga pesantren.
Share:

Sabtu, 27 Juni 2015

Wali Pendiam Yang Hidup Sederhana Dari Tanah Aceh

Abu Ibrahim Woyla adalah seorang ulama pengembara. Ulama ini dalam masyarakat Aceh lebih dikenal dengan Abu Ibrahim Keramat atau dipanggilnya dengan sebutan "Teungku Beurahim Wayla". Tokoh ini merupakan orang yang sangat dihormati di Aceh dan dipercaya sering menunaikan shalat Jum'at di Makkah dan kembali pada hari itu juga. Abu Ibrahim Woyla yang bernama lengkap Teungku Ibrahim bin Teungku Sulaiman bin Teungku Husen dilahirkan di kampung Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat pada tahun 1919 M.

Share:

Senin, 22 Juni 2015

Pentingnya Menjaga Niat

Melakukan kebaikan, hendaknya didasarkan pada niat yang baik pula. Seperti halnya dengan puasa yang kita laksanakan seperti sekarang ini, kita niatkan untuk mencari ridho Allah. Tidak hanya itu, apabila kita sudah memiliki niat yang baik, mesti terus kita pertahankan, agar tidak terjadi hal seperti pada kisah seorang Bani Israil yang alim dan rajin beribadah

Share:

Jumat, 19 Juni 2015

KH. Shonhaji Kebumen Guru Spiritual Gusdur

Beliau adalah salah satu diantara guru mursyid KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Jika disebut "5 Kyai Khas" yang selalu dipatuhi komandonya oleh Gus Dur, maka beliaulah salah satu diantaranya.

Share:

Tokoh Islam

Hikmah

Islamia

Muslimah